Pandap adalah makanan/masakan khas tradisional Krui, Pesisir Barat yang berakar sejak zaman nenek moyang. Sampai kini Pandap masih populer di Pesisir Barat, hampir setiap hari banyak dijumpai penjaja pandap keliling. Pandap sering sekali menjadi makanan favorit para wisatawan dari dalam Sumatera maupun luar Sumatera seperti dari Lubuk Linggau, Jakarta dan Lampung. Sering para pelancong wisata memburu Pandap hanya untuk dijadikan oleh-oleh saat pulang ke daerah asal mereka.
Pandap merupakan makanan khas masyarakat pesisir barat Lampung yang berbahan utama ikan dan daun talas. masakan ini cukup sederhana, filet ikan yang telah dibumbui dibungkus dengan beberapa daun talas kemudian diikat dan direbus lama sampai benar benar matang sempurna.
Bahan utama kuliner satu ini terdiri dari :daun talas muda yang masih kuncup(talas batang hijau ya, bukan batang ungu, atau talas bogor) kelapa parut digiling halus,ikan teri, cabe, bawang merah, bawang putih,aneka bumbu dapur (kunyit,laos,serai,jahe), semua bumbu di giling halus dan di campur rata dengan kelapa parut giling,setelah semua bumbu siap, buka satu persatu gulungan daun talas susun lembar perlembar dan diisi bumbu juga ikan teri, kemudian tutup, bungkus dengan daun pisang da di ikat,setelah selesai baru di rebus.
Proses perebusannya ini yang memakan waktu cukup lama menggunakan kayu bakar dengan api besar (bisa 4 -5 jam an,sampai daun talas benar benar menyatu dengan bumbu, soalnya kalo peroses perebusannya tidak sempurna, pandap yang di hasilkan bisa menumbulkan rasa gatal di tenggorokan ketika di konsumsi)

di kota krui pandap di jajakan di pasar-pasar tradisional, dengan harga kisaran 5000-10.000 / bungkus kecil, masakan ini bisa menjadi salah satu pilihan lauk santap siang, di konsumsi dengan nasi hangat pulen, dijamin pasti nambah lagi dan lagi.
Sumber (Akun Facebook Abdulah Ali)










Leave a Reply