Advertisement

Dampak Fenomena “Worm Moon” Terhadap Pesisir Barat

Fenomena Worm Moon yang terjadi pada bulan Maret 2025 menjadi perhatian utama bagi masyarakat pesisir di Indonesia, termasuk wilayah Pesisir Barat, Lampung.

Fenomena ini terjadi ketika bulan purnama bertepatan dengan perigee (titik terdekat bulan dengan Bumi), yang menyebabkan peningkatan gaya gravitasi bulan terhadap air laut. Akibatnya, potensi banjir rob di kawasan pesisir meningkat secara signifikan.

Apa Itu Worm Moon?

Worm Moon adalah nama yang diberikan untuk bulan purnama yang terjadi pada bulan Maret, menandai akhir musim dingin di belahan Bumi utara.

Nama ini berasal dari tradisi penduduk asli Amerika yang mengamati bahwa cacing tanah mulai muncul kembali di musim semi.

Namun, secara astronomis, Worm Moon tahun ini memiliki dampak lebih besar karena bertepatan dengan perigee, sehingga memicu fenomena pasang air laut yang ekstrem.

Dampak Terhadap Pesisir Barat

Wilayah Pesisir Barat, memiliki garis pantai panjang dan aktivitas masyarakat yang bergantung pada laut, yang mungkin dapat mengakibatkan :

  1. Peningkatan Ketinggian Air Laut
    BMKG telah memperingatkan bahwa ketinggian air laut akan meningkat secara signifikan selama fenomena ini berlangsung. Hal ini dapat menyebabkan banjir rob di kawasan pesisir, menggenangi pemukiman warga dan fasilitas umum seperti pelabuhan.
  2. Gangguan Aktivitas Ekonomi
    Banjir rob berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, seperti nelayan yang tidak dapat melaut, tambak garam yang terendam air, serta kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan. Ini dapat berdampak langsung pada pendapatan masyarakat .

Wilayah Terdampak dan Durasi

Menurut BMKG, wilayah Pesisir Barat termasuk dalam zona risiko tinggi untuk banjir rob selama fenomena Worm Moon berlangsung. Di Bandar Lampung, banjir rob diperkirakan akan terjadi antara 30 Maret hingga 4 April 2025 dengan durasi tiga hingga enam hari. Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode tersebut.

Langkah Mitigasi

Untuk mengurangi dampak dari fenomena ini, pemerintah daerah dan masyarakat perlu mengambil langkah-langkah mitigasi berikut:

  • Penyuluhan kepada Masyarakat: Memberikan informasi tentang risiko banjir rob dan cara menghadapi situasi darurat.
  • Persiapan Infrastruktur: Memastikan saluran drainase berfungsi dengan baik untuk mengurangi genangan air.
  • Evakuasi Sementara: Menyiapkan lokasi evakuasi bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir.
  • Pemantauan Cuaca: Mengikuti perkembangan informasi dari BMKG terkait kondisi cuaca dan ketinggian air laut.

Kesimpulan

Fenomena Worm Moon membawa tantangan besar bagi kawasan pesisir seperti Pesisir Barat. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh lingkungan fisik tetapi juga aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dengan langkah mitigasi yang tepat dan kesadaran masyarakat yang tinggi, dampak negatif dari fenomena ini dapat diminimalkan.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait harus bekerja sama untuk memastikan keselamatan warga selama periode kritis ini.

Masyarakat Pesisir Barat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah serta BMKG agar dapat menghadapi fenomena alam ini dengan baik.

Sumber :

https://news.detik.com/berita/d-7819652/worm-moon-bakal-muncul-di-indonesia-diprediksi-bisa-picu-banjir-rob

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *